Rabu, 02 September 2015

Kotaku, Pamekasan

Pamekasan adalah sebuah kota di pulau Madura yang memiliki pesona dan ciri khas yang sangat sayang untuk dilewatkan. Monumen Arek Lancor contohnya.
Monumen ini menyimpan banyak sejarah dan filosofi yang sangat bermakna bagi kota Pamekasan. Monumen ini adalah tugu perjuangan yang merupakan tugu peringatan kepahlawanan rakyat Madura dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Negara Republik Indonesia.


Arek Lancor merupakan pusat kota Pamekasan yang dihiasi taman-taman disekitarnya. Tidak hanya itu, Arek Lancor juga dikelilingi oleh bangunan-bangunan penting seperti gereja, masjid, dan karesidenan. Masjid Agung Asy-syuhada dan Gereja Maria Ratu Para Rasul berdiri kokoh saling berseberangan hanya dipisahkan oleh sebuah Monumen, yaitu monumen Arek Lancor. Ini membuktikan bahwa adanya kerukunan umat beragama di kota Pamekasan. selain itu, juga terdapat karesidenan (gedung Bakorwil) yang menyimpan sejarah besar bagi masyarakat Pamekasan.
sebenarnya, "Arek Lancor" adalah bahasa madura yang berarti celurit. itulah sebabnya Monumen ini berbentuk lima celurit yang berdiri kokoh membentuk kobaran api. celurit sendiri di Madura, khusunya di Pamekasan, merupakan senjata pamungkas yang cukup populer di masyarakat. Bahkan, tidak hanya di Madura saja, namun daerah-daerah di Indonesia pun mengenal orang-orang Madura karena celuritnya yang biasa disebut carok (perkelahian menggunakan celurit). Namun, sebenarnya celurit itu dulu digunakan oleh seorang pahlawan dari Madura yang gagah berani untuk melawan penjajahan dan penindasan Belanda.
Saat ini, Arek Lancor banyak digunakan untuk taman hiburan. Beberapa acara-acara tahunan maupun acara-acara tertentu biasa digelar di Monumen ini. acara-acara tahunan seperti "Semalam di Madura", yaitu pergelaran kesenian dari empat kabupaten di Madura yang diselenggarakan oleh Pemkab Pamekasan. selain itu, ada juga pameran-pameran, karnaval, lomba putri batik, pasar ta'jil Ramadhan, konser musik bahkan pasar malam yang ada pada setiap harinya. Progam CFD (Car Free Day) juga dilaksanakan di sekitar Arek Lancor tersebut setiap minggunya. Oleh karena itu, Arek Lancor banyak dikunjungi dan semoga saja banyak pula yang ingat sejarah dan filosofi Arek Lancor itu sendiri.




sumber: Klik disini
sumber video : Klik disini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar